Wednesday, December 21, 2016

Perbedaan Antara Kopi Robusta dan Arabica


Banyak sekali jenis kopi didunia ini. Salah satunya adalah kopi robusta dan kopi arabika. Perbedaan yang mendasar dari kopi tersebut adalah dimana kopi itu tumbuh.


Menurut Eris Susandi, selaku General Manager Twind Coffee Roastery & Gallery, mengungkapkan bahwa robusta tumbuh di dataran rendah dan memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi. Sedangkan kopi arabica tumbuh pada dataran tinggi dan memiliki varietas yang lebih variatif.

"Kalau kopi robusta pertama tumbuh di dataran rendah juga kualitasnya tidak sebagus kopi arabika, memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dan banyak dikonsumsi sebagai kopi instan. Sementara kopi arabica tumbuh di dataran tinggi dan memiliki varietas rasa yang lebih variatif," ujar Eris saat ditemui pada acara Diskusi Kopi Pemberdayaan bersama Dompet Dhuafa di kawasan Jakarta Pusat, Senin 19 Desember 2016.

Eris menambahkan bahwa untuk kandungan kopi arabica sendiri memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dan harganya jauh lebih mahal dibanding kopi robusta. Umumnya kopi arabica dikonsumsi sebagai single original atau kopi hitam yang dikonsumsi sendiri tanpa 
campuran apapun.

Sementara soal rasa, kopi arabica memiliki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam. Sebelum disangrai, aromanya seperti blueberry, setelah disangrai, biji kopi Arabica beraroma buah-buahan dan manis.

Berbeda dengan robusta yang memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum. Biji kopi robusta sebelum disangrai beraroma kacang-kacangan. 

"Kalau soal cita rasa kopi arabica lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam. Dan kalau robusta yang memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum," kata dia.


Ajang World Of Coffee Expo Dublin 2016


Dikutip dari Kompas.com KBRI Brussels dan KBRI London bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) mempromosikan kopi Indonesia di kancah Internasional “World of Coffee Expo Dublin 2016”.

“Mengingat Eropa merupakan pangsa pasar terbesar untuk kopi Indonesia, melalui kolaborasi ini, kita berharap promosi kopi Indonesia lebih kuat, dan lebih luas, sehingga pada akhirnya ekspor kita juga lebih besar,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma dalam keterangan resminya.

“Tahun depan kita rencanakan untuk berpartisipasi juga di London Coffee Festival dan saya harapkan para eksportir kopi Indonesia dapat turut serta,” ucap Rizal.

“Melalui kopi, kita juga bisa menampilkan keberagaman Indonesia,” tambah Rizal.

Dalam kesempatan tersebut KBRI Brussel bersama delegasi 16 perusahaan atau eksportir kopi Indonesia termasuk beberapa koperasi petani kopi dan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia membawa produk-produk kopi unggulan Indonesia.

Produk-produk seperti sustainable dan specialty coffee asal Gayo, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Flores, sampai Papua turut dipamerkan dalam acara yang dilaksanakan mulai 23 Juni 2016.

Untuk pengembangan industri dan perdagangan kopi Indonesia yang berkelanjutan di pasar dunia, pihak KBRI melakukan update informasi kepada para buyers tentang bagaimana proses pengolahan kopi Indonesia. Sementara itu, tahun 2017 World Coffee Expo akan diadakan di Budapest-Hongaria.

Sejalan dengan akan diikutinya Europalia di 70 kota besar di UE, kopi juga akan menjadi duta perdagangan dan pariwisata Indonesia di pasar Eropa.


Tuesday, December 20, 2016

Pecinta Kopi Sejati Membuat Kopi Digiling Bukan Digunting


Kenapa begitu? Badan Ekonomi Kreatif menggelar "Forum Peningkaatan Kreativitas & Akses Permodalan Industri Kopi Lokal" di gedung Wanita Paramitha Kencana Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (17/12/2016) dengan tema "Kopi Digiling Bukan Digunting".

Dikutip dari kompas.com. Selain diskusi acara yang digelar di Gedung Wanita Banyuwangi tersebut juga digelas nonton film dokumenter. ‘Aroma of Heaven", lomba kreativitas seduh kopi manual dan uji cita rasa kopi nusantara.

Wakil Kepala Bekraf, Riky Pesik saat membuka kegiatan itu mengatakan acara tersebut digelar untuk memberikan nilai tambah terhadap kopi lokal sehingga biji kopi Indonesia bukan hanya dikenal oleh pasar lokal tapi juga internasional.

"Saat ini kalau kita jual biji kopi per kilonya 100 ribu lalu di-branding pihak luar dan dijual kembali menjadi 250 ribu per kilogram. Padahal kopi bisa bernilai lebih tinggi dan memberi manfaat besar bagi masyarakat dengan sedikit kreativitas dari pelaku usahanya seperti brand atau packaging produk yang menarik dan mengikuti selera pasar," ujar Riky.

Sementara itu Daroe Handojo, salah satu praktisi kopi dari Jakarta kepada KompasTravel menjelaskan dalam acara tersebut juga digelar Kompetisi Kreativitas Seduh Kopi Manual.

"Barista dituntut untuk membuat kopi kurang dari 10 menit. Kompetisi bukan tentang kesempurnaan, tapi bagaimana barista mengatasi masalah dan harus bisa mengatasinya," kata Daroe.

Ia mengatakan salah satu peserta yang menjadi juara memanfaatkan botol plastik dan mengubahnya menjadi alat seduh V60 dan dia menyelesaikannya dalam waktu 3 menit 54 detik.

"Saya tidak menyangka barista yang ada di Banyuwangi mempunyai kemampuan yang luar biasa dan tahun 2017 lomba ini akan digelar kembali tentunya dengan meningkatkan grade yang lebih tinggi lagi," kata Daroe.

Ia menekankan, seorang barista harus bisa menyajikan kopi sesuai dengan selera pemesannya, untuk itu barista harus menanyakan kopi seperti apa yang diinginkan oleh pemesannya.

"Makanya sebelum bikin kopi, barista harus bertanya, konsumen ingin kopi yang bagaimana. Kalau konsumen punya sakit lambung dan minta kopi yang nggak berasa asam, ya berarti saat menyeduh, suhunya harus dinaikkan. Kopi yang enak itu adalah kopi sesuai dengan selera,” jelas pemilik Kopi Boutique Jakarta ini.

Terkait perkembangan kopi asli Banyuwangi, Daroe mengatakan prospeknya sangat bagus karena mempunyai keunikan dari rasa dan tempat tumbuhnya juga beda-beda, sehingga berpengaruh di rasa.

"Saya sudah merasakan kopi Ijen, Raung, Gombengsari dan Kemiren. Kalau menurut saya tinggal bermain di teknik sangrai. Tidak harus dark bisa saja medium. Saran saya, sebelum coba kopi lain, cobalah terus mengeksplor kopi lokal terlebih dahulu. Dan yang perlu diingat kopi itu digiling bukan digunting," pungkasnya.


Harga Kopi Luwak Sebenarnya Berapa?


Kalian tahu sendiri bahwa kopi luwak termasuk dalam jejeran kopi termahal didunia. Tapi tahukah anda berapakah harga kopi luwak itu? Di pasar Indonesia harga kopi luwak begitu beragam dan memiliki rentang yang jauh.

Bagi kalian yang ragu-ragu membeli kopi luwak karena takut mendapat biji kopi luwak yang palsu. Tapi menurut Aris Kadarisman (Pengajar di Indonesia Coffee Academy) kopi luwak asli atau palsu bisa diketahui dari rasa kopi itu sendiri. 

"Kandungan kafein di kopi luwak lebih renda. Jadi kalau minum kopi luwak tidak akan deg-degan karena sebelumnya sudah mengalami proses fermentasi di perut luwak." Kata Aris dikutip daro kompas.com

Kopi luwak asli tidak menyangkut ditenggorokan. Khusus kopi luwak arabica juga memiliki karateristik rasa yang lebih fruty. Sedangkan kopi luwak robusta cenderung memiliki rasa mint.

Berapa harga kopi luwak dipasaran Indonesia? Dikutip dari kompas.com kata Aris "Kisaran harganya memang lebih tinggi daripada kopi biasa. Untuk ukuran cangkir (sudah jadi minuman kopi), kisaran harganya dimulai Rp 100.000 sampai Rp 300.000. Untuk harga bubuk atau biji pe rkilogram, kopi luwak dihargai Rp 1 juta ke atas,"

Kenapa kopi luwak sangat mahal? Ya kalian tahu sendiri kenapa kopi luwak itu mahal adalah karena prosesnya yang lama dan menggunakan hewan musang luwak.
 

Monday, December 19, 2016

Kopi Papua Wamena


Kota penghasil kopi Arabika ini hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat udara dari Bandara Sentani Jayapura dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kopi arabika wamena merupakan salah satu produk kopi Indonesia yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Istimewanya tanaman kopi disini tidak menggunakan pupuk kimia melainkan menggunakan pupuk organik. Para petani kopi dibina oleh Pemerintah daerah dan juga di bantu oleh Amarta dari Amerika untuk mengolah hasil panen kopi mereka.

Sejak Tahun 2008, kopi Arabika Wamena telah diekspor ke Amerika Serikat sampai sekarang. Pemerintah Daerah terus memperkenalkan kopi Arabika Wamena Papua dengan mengikuti  pameran hasil pertanian di berbagai kesempatan pameran di Indonesia, khususnya di Jakarta.


Untuk mendukung pemerintah dalam rangka memperkenalkan Kopi Arabika Wamena Papua ke seluruh Indonesia, maka kami sebagai penduduk kota Wamena turut memasarkan Kopi Arabika Wamena dengan harapan Kopi Arabika Wamena dapat dinikmati oleh masyarakat pencinta dan penikmat kopi di berbagai warung kopi atau pun cafe di seluruh Indonesia.

Kelebihan Kopi Arabika Wamena

  1. Tumbuh subur secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia
  2. Memiliki aroma dan cita rasa yag khas
  3. Tidak Terasa asam karena memiliki kadar asam yang rendah sehingga aman diminum oleh semua orang.
  4. Tumbuh di daerah pengunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian 1.600 meter diatas permukaan laut.

Mobil Anda Bau? Hilangkan Bau Itu Dengan Kopi


Saat mengendarai mobil tentu saja kita harus fokus ke jalan raya. Tapi gimana kalau fokus itu hilang gara-gara bau mobil tidak sedap? Bau itu bisa dihilangkan dengan kopi lo.

Menurut Yanuar, marketing dan promosi Maguiars Indonesia, Bau itu disebabkan oleh kebiasaan kita meorokok didalam mobil atau dari sisa sisa makanan yang kita makan dalam mobil. Untuk menghilangkan bau tersebut biasanya menggunakan pengharup mobil. Bagai mana kalau menggunakan kopi untuk menghilangkan bau tersebut?

Menggunakan kopi untuk menghilangkan bau tersebut ternyata cukup efektif tapi membuat kabin mobil anda kotor. 


Caranya dengan menaruh kopi dalam wadah dan letakkan di kolong dasboard mobil. Dengan begitu bau mobil anda akan harum beraroma kopi. Tapi cara ini kurang efektif karena sewaktu-waktu wadah tersebut bisa tersenggol dan tumpah yang membuat mobil anda kotor. 


Cara lainnya adalah menggantungkan biji kopi yang sudah disangrai di dalam mobil. Bisa menggunakan kaos kaki bekas.

Sunday, December 18, 2016

Kopi Dari Aceh Diminati Oleh Masyarakat Mancanegara


Kopi yang diminati oleh masyarakat mancanegara adalah kopi Gayo. Memang Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ke empat didunia. Salah satu yang diminati di mancanegara adalah kopi Gayo dari Aceh.

Dikutip dari vica.co.id, Aan Sutriaman selaku F&B Manager The Media Hotel and Towers membenarkan hal tersebut. Kopi Aceh Gayo terutama dengan jenis robusta yang dijual di restoran hotel tersebut memang menjadi item yang sangat diminati oleh pengunjung mancanegara.
"Responnya (terhadap kopi Aceh Gayo) bagus sekali. Tamu yang datang dari negara seperti Inggris dan China suka sekali karena kopi gayo robusta kan sisi kadar asamnya rendah. Komennya bagus ternyata kopi Indonesia tidak kalah enak dan rasanya lebih kena ke mereka," ujar Aan pada VIVA.co.id via telepon, beberapa waktu lalu.

Memang istimewa sekali kopi dari Aceh ini, sampai bisa digemari oleh orang-orang luar negri. Tapi tidak hanya kopi Gayo dari Aceh saja yang disukai. Mereka juga menyukai Teh Tarik yang juga berasal dari tanah melayu dan tersebar di daerah Aceh.

8 JENIS KOPI NUSANTARA DAN CIRI KHASNYA

1. KOPI WAMENA Ini adalah kopi yang paling saya suka Seperti namanya, kopi Wamena berasal dari Papua, tumbuh di ketinggian 1500 mdpl d...